Des
26

Alhamdulillah, puja dan puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT.
Sholawat serta salam senantiasa selalu dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW junjungan kita.
Berkat do’a dan kerjasama dari teman-teman semua, kegiatan Turnamen Internal KBC Bandung Open Premier 2011 telah selesai dilaksanakan.
Terima kasih kepada teman-teman yang sudah hadir dan ikut serta meramaikan acara ini. Dan juga tak lupa kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur yang telah menyumbangkan sedikit hartanya demi melancarkan jalannya kegiatan ini. Semoga dengan diadakannya acara ini kita makin solid, Amiin…


Turnamen yang kedua dilakukan oleh KBC Bandung ini mempunyai hadiah yang cukup beragam. Berikut rincian hadiahnya :

Juara I

  • Raket Flypower
  • T-shirt Jawara 1
  • Pin Kaskus
  • Cendol 12
  • Bebas iuran 2x latbar

Juara II

  • Kaos Batik Flypower
  • Pin Kaskus
  • Cendol 9
  • Bebas iuran 1x latbar

Juara III

  • Celana Badminton
  • Cendol 7

Juara IV

  • String Yonex BG 6
  • Cendol 5

Dan semua peserta mendapatkan 1 buah Grip handuk/karet.

Peserta turnamen ini sendiri adalah anggota KBC Bandung baik yang mempunyai ID kaskus maupun tidak, yang penting mempunyai komitmen untuk mengikuti acara ini sampai selesai. Berikut daftar nama peserta turnamen :

  1. Bagus
  2. Wiky
  3. Reza
  4. Krisna
  5. Arrie
  6. Pandu
  7. Luthfi
  8. Johan
  9. Evan
  10. Ilham
  11. Kang Aria
  12. Gasik
  13. Idil
  14. Kang Rudy
  15. Apri
  16. Ihsan Luthfi
  17. Zakka
  18. Ilham Ahmad
  19. Ikhsan
  20. Danar
  21. Aldi
  22. Rizkan
  23. Piyo
  24. Deden
  25. Wahyu
  26. Willy
  27. Efron
  28. Otto
  29. Novian
  30. Wahyudi
  31. Ryan
  32. Rio

Hasil dari pertandingan Turnal KBC Bandung Open Premier 2011 dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Dan inilah dia para jawara Turnal KBC Bandung Open Premier 2011.

Juara 1 : Otto/Evan

Juara 2 : Ikhsan/Idil

Juara 3 : Kang Aria/Rio

Juara 4 : Apri/Reza

Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan dukungannya demi kelancaran acara ini. Kepada semua pihak yang telah menyumbangkan hadiah, kami selaku panitia mengucapkan banyak terima kasih, karena tanpa adanya hadiah tersebut kejuaraan ini akan sedikit hampa.

Dengan kerendahan dan keihklasan hati, kami mohon maaf apabila ada kata-kata dan tindakan kami yang tidak berkenan, atau ada penulisan kata-kata yang salah serta segala kekhilafan dan kesalahan kami.


Akhir kata kami ucapkan terimakasih atas segala perhatiannya.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Supported by


Share and Enjoy:
  • Facebook
  • TwitThis
  • E-mail this story to a friend!
  • Google
  • Print this article!
Jun
26

Jakarta, minggu 29 Mei 2011 hari dimana untuk pertama kalinya semenjak tahun 1997 saya menginjakkan kaki di daerah jakarta utara. Tepatnya di daerah Ancol. Tapi bukan untuk wisata ke ancol loh, cuma main di pinggirannya doang. Tujuanku kali ini adalah ke GOR Lodan daerah Pluit. Dimana pada hari itu saya akan menghadiri sebuah Gathering Akbar KBC (Kaskus Badminton Communty).

Berangkat dari Bandung pukul 10 pagi di jemput Kang Aria. Oia, kami berangkat ke Jakarta berlima. Kang Aria, Kang Rudy, Danny, Otto, dan saya sendiri. Perjalanan sendiri memakan waktu sekitar 2 jam. Jam 12 siang kami tiba di WTC Magga Dua. Hmmm ternyata terlalu cepat nih nyampenya. Akhirnya kita putuskan untuk makan siang terlebih dahulu di salah satu tempat makan di Mangga Dua.

Selesai makan sekitar jam 13.30 kami putuskan untuk keliling2 mangga dua sambil mencoba untuk menghubungi panitia. Ternyata sudah ada panitia yang menunggu di pos yang sudah di tentukan. Dan disana sudah ada temen2 dari KBC Bekasi juga ternyata. Akhirnya kita berkenalan dengan temen2 dari KBC Bekasi, tapi ga ada yang nyangkut di otak nih nama2 mereka, alhasil lupa lagi padahal baru beberapa menit berkenalan. :hammer:

Sampai jam 14.30 kita menunggu di meeting point yang di tentukan panitia, setelah itu kita berangkat bersama menuju Gor Lodan. Jam 15.00 an sampailah kita di Lodan, ternyata sudah banyak temen2 dari KBC Chapter Depok dan Bogor.

Kata-kata pertama yang diucapkan ketika memasuki gor lodan adalah “wuiihh panasnya”. Belum main aja keringat sudah mengucur ke seluruh tubuh ini. Gimana nanti kalo lagi maen yah, gumamku. Kayaknya nih gor cocok buat orang2 yang mau diet kaya si Danny…hahaha :p

Seiring berjalannya waktu, semakin banyak peserta gath yang datang. Diperkirakan sekitar 100 orang lebih yang hadir di acara tersebut. Panitia pasti kerepotan nih ngurusin peserta sebanyak ini. Bener2 ga sebanding dengan jumlah panitia yang hanya segelintir saja.

Akhirnya kita maen juga setelah sebelumnya dilakukan sambutan dari panitia meskipun lebih banyak para peserta yang menghiraukan sambutan tersebut, termasuk saya sih :hammer:

Game pertama maen bareng peserta dari regional mana saya sendiri ga tau tepatnya. Bener2 ga dapet feelnya alias kurang menikmati  maen di GOR lodan, mungkin karena hawanya yang begitu panas. Maen 5 menit serasa 1 jam kita bermain *lebay deh*

Setelah game pertama usai, game2 berikutnya saya lebih sering maen bareng temen2 dari Bandung. Sampai akhirnya panitia memutuskan untuk mengadakan turnamen antar chapter. Huuuh padahal kan sebelumnya udah saya kasih usulan seperti itu di awal2 kumpul, tapi mereka menghiraukannya *dodol bener dah :batabig*. Yowislah gpp telat juga, daripada tidak sama sekali.

KBC Chapter Bandung mengirimkan 3 pasangan, kang Aria/Otto, Danny/Kang Rudy, dan saya/Ardi. Kalo kata orang2 dari chapter lain sih itu allstar nya Bandung. Whuahahaha padahal sih ane kan maennya cupu banget, jadi malu di bilang allstar :D

Akhirnya ketauan juga deh cupunya, soalnya saya/Ardi langsung kalah di babak awal. Kang Aria/Otto sempat melaju sampai perempat final sebelum akhirnya di hentikan oleh pasangan yang mengalahkan saya/Ardi. Sementara Kang Rudy/Danny terus melaju sampai babak semifinal sebelum akhirnya pertandingan di berhentikan karena waktu sewa Gor sudah habis. Padahal kalo di lanjutin sampe ada pemenangnya sih KBC Chapter Bandung tuh juaranya. hehe

Turnamen tanpa juara deh namanya, gpp lah yang penting kan kebersamaannya, bukan siapa yang juaranya. Sampe juga di acara yang di tunggu, yeeaaahhh acara foto2. langsung aja di tampilkan sedikit oleh2 dari Gor Lodan.

Gausah banyak2 ah pajang fotonya, bisi abis quota di blogdetik nya :hammer. Setelah foto2 selesai ternyata KBC chapter Jakarta merayakan ultahnya yang ke 3. Wah ada kue ultahnya juga loh, sayang ane ga kebagian kuenya, soalnya keburu balik duluan. hhuhu

Pulang dari dari Gathering kita menyempatkan untuk makan malam di daerah Bulungan Jakarta Selatan. Lumayan jauh coy dari Utara ke Selatan. Ini mah sama aja nganterin si Ardi pulang. Tapi gpp lah, akhirnya saya bisa menginjakkan kaki di Gor yang paling terkenal di Jakarta, yaitu Gor Bulungan. *bangga mode ON* :D

Selesai makan malam dilanjut mandi di Gor Bulungan, biar gausah mandi lagi pas nyampe Bandung.  Padahal waktu itu jam menunjukan pukul 10an malam, tapi tetep aja hawanya panas. Kapan dinginnya ini Jakarta, habis mandi aja masih gerah. *ngeluh mulu perasaan dari tadi teh*

Selesai bersih2 akhirnya kita pulang menuju Bandung. Selama perjalanan meuju Bandung ga ada yang tidur satu orang pun. Mungkin karena takut kejadian seperti gambar di bawah ini terulang kembali kali yah :D

otto

Semoga yang ada di foto ga baca blog ini. hehe ^.^v

Sekitar jam 00.30 saya sampai di kosan. Perjalanan yang menyenangkan, semoga ini bukan perjalanan yang pertama dan terakhir bersama mereka. Thanks all.

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • TwitThis
  • E-mail this story to a friend!
  • Google
  • Print this article!
Jun
01

By Emha Ainun Nadjib

cak-nun_khalifatullah_2

Setiap kali menerima uang dari orang yang membeli bakso darinya, Pak Patul mendistribusikan uang itu ke tiga tempat: sebagian ke laci gerobagnya, sebagian ke dompetnya, sisanya ke kaleng bekas tempat roti. “Selalu begitu, Pak?”, saya bertanya, sesudah beramai-ramai menikmati bakso beliau bersama anak-anak yang bermain di halaman rumahku sejak siang. “Maksud Bapak?”, ia ganti bertanya. “Uang nya selalu disimpan di tiga tempat itu?” Ia tertawa. “Ia Pak. Sudah 17 tahun begini. Biar hanya sedikit duit saya, tapi kan bukan semua hak saya” “Maksud Pak Patul?”, ganti saya yang bertanya. “Dari pendapatan yang saya peroleh dari kerja saya terdapat uang yang merupakan milik keluarga saya, milik orang lain dan milik Tuhan”. Aduh gawat juga Pak Patul ini. “Maksudnya?”, saya mengejar lagi. “Uang yang masuk dompet itu hak anak-anak dan istri saya, karena menurut Tuhan itu kewajiban utama hidup saya. Uang yang di laci itu untuk zakat, infaq, qurban dan yang sejenisnya. Sedangkan yang di kaleng itu untuk nyicil biaya naik haji. Insyaallah sekitar dua tahun lagi bisa mencukupi untuk membayar ONH. Mudah-mudahan ongkos haji naiknya tidak terlalu, sehingga saya masih bisa menjangkaunya”.

Spontan saya menghampiri beliau. Hampir saya peluk, tapi dalam budaya kami orang kecil jenis ekspressinya tak sampai tingkat peluk memeluk, seterharu apapun, kecuali yang ekstrem misalnya famili yang disangka meninggal ternyata masih hidup, atau anak yang digondhol Gendruwo balik lagi. Bahunya saja yang saya pegang dan agak saya remas, tapi karena emosi saya bilang belum cukup maka saya guncang-guncang tubuhnya.Hati saya meneriakkan “Jazakumullah, masyaallah, wa yushlihu balakum!”, tetapi bibir saya pemalu untuk mengucapkannya. Tuhan memberi ‘ijazah’ kepadanya dan selalu memelihara kebaikan urusan-urusannya. Saya juga menjaga diri untuk tidak mendramatisir hal itu. Tetapi pasti bahwa di dalam diri saya tidak terdapat sesuatu yang saya kagumi sebagaimana kekaguman yang saya temukan pada prinsip, managemen dan disiplin hidup Pak Patul. Untung dia tidak menyadari keunggulannya atas saya: bahwa saya tidak mungkin siap mental dan memiliki keberanian budaya maupun ekonomi untuk hidup sebagai penjual bakso, sebagaimana ia menjalankannya dengan tenang dan ikhlas. Saya lebih berpendidikan dibanding dia, lebih luas pengalaman, pernah mencapai sesuatu yang ia tak pernah menyentuhnya, bahkan mungkin bisa disebut kelas sosial saya lebih tinggi darinya. Tetapi di sisi manapun dari realitas hidup saya, tidak terdapat sikap dan kenyataan yang membuat saya tidak berbohong jika mengucapkan kalimat seperti diucapkannya: “Di antara pendapatan saya ini terdapat milik keluarga saya, milik orang lain dan milik Tuhan”. Peradaban saya masih peradaban “milik saya”.

Peradaban Pak Patul sudah lebih maju, lebih rasional, lebih dewasa, lebih bertanggung jawab, lebih mulia dan tidak pengecut sebagaimana ‘kapitalisme subyektif posesif’ saya.

30 tahun silam saya pernah menuliskan kekaguman saya kepada penjual cendhol yang marah-marah dan menolak cendholnya diborong oleh Pak Kiai Hamam Jakfar Pabelan karena “kalau semua Bapak beli, bagaimana nanti orang lain yang memerlukannya?

Ilmunya penjual jagung asal Madura di Malang tahun 1976 saya pakai sampai tua. Saya butuh 40 batang jagung bakar untuk teman-teman seusai pentas teater, tapi uang saya kurang, hanya cukup untuk bayar 25, sehingga harga perbatang saya tawar. Dia bertahan dengan harganya, tapi tetap memberi saya 40 jagung. “Lho, uang saya tidak cukup, Pak” “Bawa saja jagungnya, asal harganya tetap” “Berarti saya hutang?” “Ndaaak. Kekurangannya itu tabungan amal jariyah saya”. Doooh adoooh…! Tompes ako tak’iye!

Di pasar Khan Khalili semacam Tenabang-nya Cairo saya masuk sebuah toko kemudian satu jam lebih pemiliknya hilang entah ke mana, jadi saya jaga tokonya.Ketika datang saya protes: “Keeif Inta ya Akh…ke mane aje? Kalau saya ambilin barang-barang Inta terus saya ngacir pigimane dong….” Lelaki tua mancung itu senyum-senyum saja sambil nyeletuk: “Kalau mau curi barang saya ya curi saja, bukan urusan saya, itu urusan Ente sama Tuhan….

Sungguh manusia adalah ahsanu taqwim, sebaik-baik ciptaan Allah, master-piece. Orang-orang besar bertebaran di seluruh muka bumi. Makhluk-makhluk agung menghampar di jalan-jalan, pasar, gang-gang kampung, pelosok-pelosok dusun dan di mana-manapun.

Bakso Khalifatullah, bahasa Jawanya: bakso-nya Pak Patul, terasa lebih sedap karena kandungan keagungan. Itu baru tukang bakso, belum anggota DPR. Itu baru penjual cendhol, belum Menteri dan Dirjen Irjen Sekjen. Itu baru pemilik toko kelontong, belum Gubernur Bupati Walikota tokoh-tokoh Parpol. Itu baru penjual jagung bakar, belum Kiai dan Ulama.

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • TwitThis
  • E-mail this story to a friend!
  • Google
  • Print this article!
Mei
28

kopi

Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta, si gadis tampil luar biasa cantiknya, banyak lelaki yang mencoba mengejar si gadis. Si pria sebetulnya tampil biasa saja dan tak ada yang begitu memperhatikan dia, tapi pada saat pesta selesai dia memberanikan diri mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Si gadis agak terkejut, tapi karena kesopanan si pria itu, si gadis mengiyakan ajakannya. Dan mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop, tapi si pria sangat gugup untuk berkata apa-apa dan si gadis mulai merasa tidak nyaman dan berkata, “Kita pulang aja yuk…?“.

Namun tiba-tiba si pria meminta sesuatu pada sang pramusaji, “Bisa minta garam buat kopi saya?” Semua orang yang mendengar memandang dengan ke arah si pria, aneh sekali! Wajahnya berubah merah, tapi tetap saja dia memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan meminumnya.

Si gadis dengan penasaran bertanya, “Kenapa kamu bisa punya hobi seperti ini?

Si pria menjawab, “Ketika saya kecil, saya tinggal di daerah pantai dekat laut, saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan rasanya laut, asin dan sedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini. Dan setiap saya minum kopi asin, saya selalu ingat masa kanak-kanak saya, ingat kampung halaman, saya sangat rindu kampung halaman saya, saya kangen orang tua saya yang masih tinggal di sana.

Begitu berkata kalimat terakhir, mata si pria mulai berkaca-kaca, dan si gadis sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pria di hadapannya itu. Si gadis berpikir bila seorang pria dapat bercerita bahwa ia rindu kampung halamannya, pasti pria itu mencintai rumahnya, perduli akan rumahnya dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya. Kemudian si gadis juga mulai berbicara, bercerita juga tentang kampung halamannya nun jauh di sana , masa kecilnya, dan keluarganya.

Suasana kaku langsung berubah menjadi sebuah perbincangan yang hangat juga akhirnya menjadi sebuah awal yang indah dalam cerita mereka berdua.

Mereka akhirnya berpacaran. Si gadis akhirnya menemukan bahwa si pria itu adalah seorang lelaki yang dapat memenuhi segala permintaannya, dia sangat perhatian, berhati baik, hangat, sangat perduli … betul-betul seseorang yang sangat baik tapi si gadis hampir saja kehilangan seorang lelaki seperti itu!

Untung ada kopi asin!

Kemudian cerita berlanjut seperti layaknya setiap cerita cinta yang indah, sang putri menikah dengan sang pangeran dan mereka hidup bahagia selamanya, dan setiap saat sang putri membuat kopi untuk sang pangeran, ia membubuhkan garam di dalamnya, karena ia tahu bahwa itulah yang disukai oleh
pangerannya.

Setelah 40 tahun, si pria meninggal dunia, dan meninggalkan sebuah surat yang berkata,

“Sayangku yang tercinta, mohon maafkan saya, maafkan kalau seumur hidupku adalah dusta belaka. Hanya sebuah kebohongan yang aku katakan padamu … tentang kopi asin.

Ingat sewaktu kita pertama kali jalan bersama? Saya sangat gugup waktu itu, sebenarnya saya ingin minta gula tapi malah berkata garam. Sulit sekali bagi saya untuk merubahnya karena kamu pasti akan tambah merasa tidak nyaman, jadi saya maju terus. Saya tak pernah terpikir bahwa hal itu ternyata menjadi awal komunikasi kita! Saya mencoba untuk berkata sejujurnya selama ini, tapi saya terlalu takut melakukannya, karena saya telah berjanji untuk tidak membohongimu untuk suatu apa pun.

Sekarang saya sekarat, saya tidak takut apa-apa lagi jadi saya katakan padamu yang sejujurnya, saya tidak suka kopi asin, betul-betul aneh dan rasanya tidak enak. Tapi saya selalu dapat kopi asin seumur hidupku sejak bertemu denganmu, dan saya tidak pernah sekalipun menyesal untuk segala sesuatu yang saya lakukan untukmu.

Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar dalam seluruh hidupku. Bila saya dapat hidup untuk kedua kalinya, saya tetap ingin bertemu kamu lagi dan memilikimu seumur hidupku, meskipun saya harus meminum kopi asin itu lagi.”

Air mata si gadis betul-betul membuat surat itu menjadi basah. Kemudian hari bila ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya minum kopi pakai garam?

Si gadis pasti menjawab, “Rasanya manis.”

Kadang anda merasa anda mengenal seseorang lebih baik dari orang lain, tapi hanya untuk menyadari bahwa pendapat anda tentang seseorang itu bukan seperti yang anda gambarkan. Sama seperti kejadian kopi asin tadi.

sumber : Tidak diketahui

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • TwitThis
  • E-mail this story to a friend!
  • Google
  • Print this article!
Mei
22

lapar

Berburu barang-barang berbau diskon berupa baju, sepatu, tas, dan lainnya mungkin adalah hal yang biasa. Berburu makanan yang diskonnya hingga 90% itu baru luar biasa. Ini baru ada di dua kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta dan Bandung. Yups lapar.com namanya, situs penyedia voucher makan dengan tagline “Makanan TOP, Harga EDAN” menerapkan sistem Groupon untuk penjualan voucher diskon, namun yang dijual disini hanya kupon diskon makanan di restaurant-restaurant tertentu dengan penawaran harian. Jadi kalo gak ikutan deal hari ini bisa ikutan deal hari lain dengan tempat makan yang berbeda. Dan kupon akan deal apabila tercapai kuota minimal penjualan sudah tercapai. Tapi jangan khawatir, kemungkinan besar DEAL akan ON untuk setiap menu yang ditawarkan. Jadi siapa cepat dia yang dapat dan pembelian kupon akan dibatasi hanya 2 kupon untuk satu akun yang terdaftar.

Ini dia salaha satu contoh menu yang ditawarkan di lapar.com pada hari ini untuk daerah Bandung.

laparcom_simplypantry_bistikjawaMenu diatas dinamakan Bistik Jawa. Dengan hanya mengeluarkan kocek sebesar Rp 9.500 saja, anda sudah bisa mendapatkan Bistik Jawa + Orange Juice / Lemon Squash. Wow murah sekali kan? harga seharusnya jika kita tidak menggunakan lapar.com adalah Rp 23.000. Siapa coba yang gak ngiler dengan tawaran tersebut. Dan benar saja, menu tersebut sudah SOLD OUT hanya dalam waktu sekitar 8 jam semenjak di launching.

Anda pasti ingin makan enak dengan harga hemat juga kan? langsung aja registrasi disini. Rasakan sensasinya menjadi pemburu makanan. hahaha :D

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • TwitThis
  • E-mail this story to a friend!
  • Google
  • Print this article!
Mei
22

Kali ini saya ingin bercerita tentang pengalaman pertama jalan bareng temen-temen dari Backpacker Community Kaskus. Mumpung masih inget jalan ceritanya :hammer:

Hari itu adalah hari kamis sore, sendiri di kosan tak ada yang menemani, hanya duduk dihadapan monitor sambil sesekali melirik ke arah kiri dimana tv berada dan gitar lusuh yang kupunya sejak jaman jebot tak jarang pula kumainkan sambil menemani kesendirianku  (lebay mode on).

Tak seperti biasanya saya online facebook sambil mengaktifkan fitur chat yang ada di facebook. Biasanya sih di matiin tuh fitur chat alias offline. Tiba-tiba terdengarlah suara yang menandakan ada chat masuk (mungkin suaranya seperti ini “ttrriiinngg” <<< ngaco lagi dah), eh ternyata chat dari group Bakcpaker Community Reg. Bandung. Kubaca dengan seksama obrolan yang ada di dalamnya :matabelo:..wah ternyata mereka lagi ngobrolin rencana ke moko malam itu juga. Dalam hati, “wah kebetulan sekali nih, daripada bete dikosan mendingan ikut jalan-jalan bareng BPC”. Ya ya ya…akhirnya saya memberanikan diri untuk ikut bergabung dalam trip nigth to moko wit BPC. Padahal saya sama sekali belum pernah kumpul-kumpul bareng BPC. Tapi kalo ngga pernah dimulai, ya nggak akan pernah kenal juga ama mereka. Hehehe

Kebetulan sekali saya cuma kenal dengan satu orang di BPC, yaitu kang Hendi. Awalnya sih saya cuma iseng minta nebeng ama kang Hendi, eh taunya di tanggapi serius. Wah kebetulan sekali, lumayan kan bisa hemat bensin juga kalo nebeng *piss kang* :p

Jam 19.40 saya di jemput ama kang Hendi di depan apotek tamarindo, kebetulan juga deket ama tempat kerja dia (baca: LIPI Bandung) meskipun nanti akhirnya jadi bolak-balik, soalnya habis ngejemput saya, kita ke kantor kang Hendi dulu, soalnya ada anak BPC dari Jakarta di tinggal di sana. Sampai di LIPI saya di kenalin ama Yangga dan Reza onta (di panggil onta soalnya mirip ama onta..eh maksudnya keturunan Arab).

Jam 20.00 kami berempat berangkat menuju cartil, tapi sebelumnya ketemuan dulu ama temen-temen BPC lainnya yang mau ikut. Saya lupa nama tempat meeting pointnya, pokoknya yang sebelum jalan masuk ke padasuka itu yang ada core-core nya apa gitu yah :hammer: pokoknya di sana kita ketemu ama 3 orang lagi dari BPC, yaitu Wulan, Dadan, ama Andri. Sekitar 5 menit disana, kita kembali melajutkan perjalanan menuju cartil. Berarti sudah 7 orang yang ikut trip malam itu.

Sekitar 20.20 sampailah kita pada tujuan pertama yaitu cartil. Ternyata disana sudah ada 2 orang yang nungguin kita, yaitu Niken dan Dea. wah sekarang jadi kita bersembilan nih, lumayan rameh juga. Berhubung baru pertama kali ikutan ngumpul, saya masih malu-malu deh, jadi lebih banyak mendengar daripada berbicara :D

Mendengarkan obrolan teman-teman yang kebanyakan temanya tentang jalan-jalan mulai dari yang berbau pantai, air terjun, hingga gunung. Wah seru sekali nih kayanya, bikin ngiler aja deh ceritanya..jadi pengen juga ngerasain jalan-jalan ke tempat yang belum pernah kujangkau -.-”

Obrolan di cartil hanya di temani oleh secangkir wadang bandrek, lumayan buat penghangat tubuh, soalnya suhu disana lumayan dingin meskipun kita sudah memakain jaket. Kemudian, si Yangga tiba-tiba minta ijin turun ke bawah untuk menjemput temannya dari BPC Jakarta. Niat bener tuh anak jauh-jauh dari Jakarta cuma buat “ngegalau” di Bandung. :matabelo:

Oia, ternyata saya baru tau kalo lagi ada kumpul-kumpul biasanya mereka sebut dengan istilah ngegalau (orang yang lagi galau). Mungkin biar ngga galau makannya mereka ngadain kumpul-kumpul kali yah :hammer: hahaha bener-bener komunitas yang aneh :shutup: :Peace:

Sekitar setengah jam sampai 1 jam Yangga menjemput temannya dari BPC Jakarta, akhirnya dia datang juga bersama seorang temannya itu. Wah ternyata seorang wanita, Nisa namanya. Lengkap sudah akhirnya kami bersepuluh. Obrolan dilanjut kembali sampai pukul 22.30 kurang lebih. Lalu kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke tempat yang lebih tinggi yaitu “moko”.

Perjalanan kali ini terasa lebih berat dikarenakan medan yang cukup terjal. Saya bersama kang Hendi menggunakan motor Yamaha Crypton milik kang Hendi. Butuh perjuangan ekstra nih naik motor ini, mungkin karena umur motornya yang gak muda lagi, sama kaya pemiliknya kali yah..hehehe :Peace: kang :D

Pukul 23.00 kira-kira kami nyampe tekape. Tapi belum bener-bener nyampe ke tempat yang sebenarnya, soalnya kali ini perjalanan sepertinya sudah tidak bisa di lanjutkan menggunakan motor. Terpaksa kami menitipkan motor pada warga setempat yang sedang ronda. Dan perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki. Hmmm, dengan kondisi kaki yang sedang tidak fit dan harus jalan menanjak dengan kondisi jalan yang tajam karena bebatuan. Lumayan sakit sih, tapi seru juga, jadi ada tantangannya :hammer:

Akhirnya kami sampai juga berada di puncak moko, tapi jadi rombongan yang paling terakhir nyampe, soalnya yang lain jalannya pada cepet-cepet. Foto-foto dulu deh di pintu masuk, kebetulan si onta bawa camdig. Ini dia penampakan pas pertama nyampe disana, cuma berlima soalnya yang lima lagi udah duluan, jadi yang lain kaga ikut ke poto :p

moko1

Oia penampakan di atas cuma berempat yah, soalnya kan yang satu laginya jadi tukang poto (red. onta). Foto session 1 selesai, kami langsung masuk ke dalam. Hanya kilauan lampu yang nampak dari kejauahan, itupun samar-samar dikarenakan pada saat itu cuaca sedang mendung dan langitpun tertutup oleh awan yang cukup tebal.

Lapar mendera kami, akhirnya kami memutuskan untuk memesan makanan disana. Yups seperti biasa, hanya indomie rebus telor dan teh panas yang kupesan, lumayan untuk mengganjal sekaligus menghangatkan perut. Cukup lama pesanan kami datang. Coba rebahan dulu di saung yang ada disana, wuiihh enak sekali rasanya, tapi malah ngantuk jadinya kalo lama-lama rebahan.  Sekitar kurang lebih 30 menit, akhirnya pesanan sampai juga dihadapan kami. Langsung tanpa ba bi bu kami menyerbu makanan tersebut. Maklum sudah bener-bener kelaparan pada saat itu. hahaha

Pada saat kami sedang makan, 2 teman kami yaitu Niken dan Dea minta ijin pulang duluan dikarenakan mau ada pertandingan softball keeseokan harinya. Oia diantara kami, hanya mereka berdua yang tidak memesan makanan, mungkin lagi diet kali yak…hahaha. Akhirnya kami tinggal berdelapan selepas kepergian Niken dan Dea. Setelah makan selesai, lanjut dengan acara ngobrol-ngobrol santai lagi. Eh kali ini sih ga santai dink, obrolan menegangkan lebih tepatnya. Soalnya yang diomongin tentang perjalanan mistis temen-temen BPC. Seperti biasa saya hanya menjadi pendengar setia, yang paling banyak bercerita itu si Yangga, Wulan, dan Kang Hendi.

Tak terasa sudah jam 01.30 pagi, kami memutuskan untuk turun dan berencana untuk ke punclut. Sebelum turun, kami menyempatkan untuk berfoto terlebih dahulu. Ini dia hasil jepretannya :D

moko2moko3moko4

Saatnya turun untuk menuju tempat singgah selanjutnya yaitu punclut. Namun malang, baru juga motor yang kami kendarai berjalan sekitar 100 meter, ternyata motor yang dikendarai oleh Reza onta mengalami kebocoran ban. Dini hari gini mana ada tukang tambal ban yang masih buka kalo ngga di pinggir jalan besar. Terpaksa motor tetap dijalankan, mumpung jalanan menurun jadi mempermudah laju motor meskipun dengan kondisi ban yang tidak baik. Perjalanan kita lanjutkan dengan melakukan perubahan formasi, kini saya pindah ke motornya Dadan bareng Yangga, dan Wulan jadi nebeng ama kang Hendi.

Perjalanan malam itu benar-benar menyeramkan dikarenakan kabut yang sangat tebal, dan jarak pandang hanya sekitar 2-3 meter saja. Ditambah lagi dengan jalanan yang lumayan terjal dan berkelok-kelok, semakin memacu adrenalin kita.  Apalagi pinggirannya jurang, wah keren bener dah tuh. :hammer:

Kurang lebih 15 menit kemudian kita sampai juga di ujung jalan padasuka. Langsung dah nanya dimana tukang tambal ban yang paling deket ke tukang ojeg yang ada disana. Kami diarahkan ke terminal caheum, katanya deket-deket sana ada tukang tambal ban yang buka 24 jam. Ditelusurilah jalan menuju terminal cicaheum, akhirnya kita sampai di tempat tambal ban. Tapi kok tutup yah, katanya 24 jam. Kami coba ketok-ketok tuh pintu, siapa tau bangun orangnya. Hmmm, ternyata ga ada yang keluar dari balik pintu itu. Apa bener ini tukang tambal ban yang dimaksud sama tukang ojeg tadi? saya penasaran juga nih, akhirnya saya bersama Dadan memutuskan untuk mencoba menelusuri lebih jauh, siapa tau ada tukang tambal ban lagi. Tuh kan, benar juga dugaanku, ga jauh dari sana ada tempat tukang tambal ban yang masih buka, tapi orangnya lagi tiduran di kursi. Disebelahnya ada beberapa orang yang lagi maen kartu. Kata salah satu orang yang maen kartu tersebut, “di hudangkeun wae jang, teu nanaon da”. Di bangunkanlah si tukang tambal ban yang sedang tidur tersebut. Kasian juga sih sebenernya, tapi ya mau gimana lagi, daripada rusak tuh motor jalan dengan ban bocor. hehe

Sambil menunggu motor Reza onta yang lagi di tambal, kita ngobrol-ngobrol sambil menikmati suasana jalan raya yang biasanya padat, kali ini begitu lengang. Huh, seandainya saja jalanan Bandung seperti ini tiap harinya, pasti bakalan sering jalan-jalan muterin kota Bandung. Berhubung macet melulu, jadi bikin males buat jalan-jalan.

Akhirnya selesai juga deh tuh motor di benerin bannya. Tak terasa jam menunjukkan pukul 02.30-an. Saatnya melanjutkan perjalanan ke tujuan terakhir. Berhubung jalanan lengang sekali, kami tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai ke punclut. Yeaahh sampai juga deh di punclut. Masih ada beberapa warung yang masih buka. Singgah dulu di salah satu warung buat istirahat sambil ngopi dan ngobrol.

Tak terasa waktu menunjukkan pukul 04.30, sudah saatnya untuk pulang. Salah satu teman kami harus kembali menuju Jakarta untuk bekerja. Saya pulang diantar oleh kang Hendi, dan dua orang teman dari BPC Jakarta yaitu Yangga dan Reza ikut pula ke kosan saya. Time to rest, eh tapi sholat subuh dulu dink. hehe

Hari itu teman saya bertambah 8 orang.  Ternyata asik juga nih ngumpul bareng temen-temen Backpacker. Semoga saya bisa ikut di kegiatan selanjutnya. Thanks All :)

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • TwitThis
  • E-mail this story to a friend!
  • Google
  • Print this article!
Mei
08

Anak Muda,
Rambutmu kini menjadi merah
Entahlah, kau cat dengan uang dari orang tuamu
ataukah sekedar ikut-ikutan teman

Anak Muda,
Ada besi melingkar menembus telingamu
Tak hanya kaum hawa
Engkau pun sekarang memakainya
Bukan semakin keren
Tapi semakin membuatmu wanita

Anak Muda,
Pakaianmu yang rapi sewaktu SMA
Telah berubah saat jadi mahasiswa
Sobek sana, sobek sini
Bukan karena usang, tapi memang kau sengaja

Anak Muda,
Sebatang rokok selalu menemanimu
Rupiah demi rupiah kau bakar
Pengobat stress kilahmu
Padahal kau sedang bahayakan diri dan sekitarmu
Kau benci orang egois
Padahal kau sendiri termasuk bagiannya

Anak Muda,
Usia yang semakin bertambah
Tak juga membuatmu berbenah
Waktu demi waktu
Engkau habiskan begitu saja berlalu
Dari warung ke warung
Dari mall ke mall
Esensi sama dengan tempat yang beda

Anak Muda,
Bapak dan ibu cemas memikirkanmu
Dulu anak sholih yang mereka pinta
Tiap malam, tiap selesai ibadah
Beliau sempatkan doa untukmu
Namun, apa balasmu?
Justru tingkahmu membuatnya murka
Dari hari ke hari

Anak Muda,
Ayahmu banting tulang bermandi peluh
Mengusahakan biaya sekolah dan makanmu
Sedang ibumu
Sabar mengajarimu berhitung satu dua
Dan mengeja a be ce de
Namun, apa baktimu?

Anak Muda,
Masa mudamu menentukan masa tua
Barangsiapa bersantai di waktu muda
Pasti akan bersusah payah di waktu tuanya
Dan sebaliknya,
Barangsiapa bersusah payah di masa muda
Kelak tinggal menuai nikmatnya hari tua

Anak Muda,
Bukan tampangmu yang bisa kau banggakan
Bukan pula penampilanmu nyentrikmu
Bukan pula aksesoris dan gayamu
Tapi berbanggalah karena karyamu
Berbanggalah karena kebaikanmu
Dan berbanggalah karena keluhuran budimu

Anak Muda,
Pilihan sekarang ada di tanganmu
Diam berarti menanti kehancuran
Berubah berarti menata masa depan
Renungkan, pikirkan
Dan segeralah ambil keputusan

Sumber

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • TwitThis
  • E-mail this story to a friend!
  • Google
  • Print this article!
Category: Inspirasi  One Comment
Apr
28

pernikahan

Mohon maaf sebelumnya, artikel ini bukan untuk bahan perdebatan, melainkan hanya sekedar sharing. Oke dimulai saja ya kawan :)

Siang tadi, aku dan teman satu kosan nonton sebuah acara televisi yang isinya tentang peliputan rombongan artis yang jalan-jalan ke negeri tirai bambu alias China. Didalam rombongan tersebut terdapat sepasang suami istri yang beda agama. Dengan refleks aku bicara kepada temanku, “nah rif (sebut saja nama temanku ini arif) sebenernya gak boleh tuh mereka menikah”. “Emang kenapa?” tanya Arif. Lalu kujawab, “dulu waktu madrasah, pernah belajar tentang pernikahan beda agama, tapi itu dulu udah lama banget. Tapi aku juga pernah menemukan sebuah artikel yang membahas hal tersebut, dan pernah bertanya juga kepada sahabatku dan semuanya satu suara”. Yups satu suara disini adalah melarang adanya pernikahan beda agama.

Untuk mempertegas jawabanku itu, maka kucoba untuk berselancar di dunia maya mencari artikel yang berhubungan dengan apa yang kita bicarakan. Setelah beberapa menit mencari, akhirnya kutemukan beberapa artikel yang kiranya dapat menegaskan jawabanku diatas.

Inilah isi dari artikel yang berkaitan dengan hukum nikah beda agama.

Seringkali kita jumpai pertanyaan “apa hukumnya bila nikah beda agama, baik yg laki-laki atau perempuannya yg muslim, apa sah atau tidak menurut Islam ?”. Pertanyaan ini sering muncul terutama ketika kita berada di sebuah negara yang mayoritas penduduknya non muslim, seperti di Australia ini. Untuk itu pada rubrik fikih kali ini tim redaksi menampilkan fikih berkenaan dengan nikah beda Agama.

Ada 2 jenis menikah beda agama:

1.  Perempuan beragama Islam menikah dengan laki-laki non-Islam

2.  Laki-laki beragama Islam menikah dengan perempuan non-Islam

Perempuan beragama Islam menikah dengan laki-laki non-Islam

Hukum mengenai perempuan beragama Islam menikah dengan laki-laki non-Islam adalah jelas-jelas dilarang (haram). Dalil yg digunakan untuk larangan menikahnya muslimah dengan laki-laki non Islam adalah Surat Al Baqarah(2):221,“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.”

Jadi, wanita muslimah dilarang atau diharamkan menikah dengan non muslim, apapun alasannya. Hal ini sebagaimana dinyatakan dalam Alquran di atas. Bisa dikatakan, jika seorang muslimah memaksakan dirinya menikah dengan laki-laki non Islam, maka akan dianggap berzina.

Laki-laki beragama Islam menikah dengan perempuan non-Islam

Pernikahan seorang lelaki Muslim dengan perempuan non muslim terbagi atas 2 macam:

1. Lelaki Muslim dengan perempuan Ahli Kitab. Yang dimaksud dg Ahli Kitab di sini adalah agama Nasrani dan Yahudi (agama samawi). Hukumnya boleh, dengan dasar Surat Al Maidah(5):5,“Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar maskawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barang siapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang merugi.”

2. Lelaki Muslim dg perempuan non Ahli Kitab. Untuk kasus ini, banyak ulama yg melarang, dengan dasar Al Baqarah(2):222,“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.”

Banyak ulama yg menafsirkan bahwa Al Kitab di sini adalah Injil dan Taurat. Dikarenakan agama Islam, Nasrani dan Yahudi berasal dari sumber yg sama, agama samawi, maka para ulama memperbolehkan pernikahan jenis ini. Untuk kasus ini, yg dimaksud dengan musyrik adalah penyembah berhala, api, dan sejenisnya. Untuk poin 2, menikah dengan perempuan yang bukan ahli kitab, para ulama sepakat melarang.

Dari sebuah literatur,  dapatkan keterangan bahwa Hindu, Budha atau Konghuchu tidak termasuk agama samawi (langit) tapi termasuk agama ardhiy (bumi). Karena benda yang mereka katakan sebagai kitab suci itu bukanlah kitab yang turun dari Allah SWT. Benda itu adalah hasil pemikiran para tokoh mereka dan filosof mereka. Sehingga kita bisa bedakan bahwa kebanyakan isinya lebih merupakan petuah, hikmah, sejarah dan filsafat para tokohnya.

Kita tidak akan menemukan hukum dan syariat di dalamnya yang mengatur masalah kehidupan. Tidak ada hukum jual beli, zakat, zina, minuman keras, judi dan pencurian. Sebagaimana yang ada di dalam Al-Quran Al-Karim, Injil atau Taurat. Yang ada hanya etika, moral dan nasehat. Benda itu tidak bisa dikatakan sebagai kalam suci dari Allah yang diturunkan melalui malaikat Jibril dan berisi hukum syariat. Sedangkan Taurat, Zabur dan Injil, jelas-jelas kitab samawi yang secara kompak diakui sebagai kitabullah.

Sementara itu, Imam Syafi’i dalam kitab klasiknya, Al-Umm, mendefinisikan Kitabiyah dan non Kitabiyah sebagai berikut, “Yang dimaksud dengan ahlul kitab adalah orang-orang Yahudi dan Nasrani yang berasal dari keturunan bangsa Israel asli. Adapun umat-umat lain yang menganut agama Yahudi dan Nasrani, rnaka mereka tidak termasuk dalam kata ahlul kitab. Sebab, Nabi Musa a.s. dan Nabi Isa a.s. tidak diutus kecuali untuk Israil dan dakwah mereka juga bukan ditujukan bagi umat-umat setelah Bani israil.”

Sementara itu, para jumhur shahabat membolehkan laki-laki muslim menikahi wanita kitabiyah, diantaranya adalah Umar bin Al-Khattab, Ustman bin Affan, Jabir, Thalhah, Huzaifah. Bersama dengan para shahabat Nabi juga ada para tabi`Insya Allah seperti Atho`, Ibnul Musayib, al-Hasan, Thawus, Ibnu Jabir Az-Zuhri. Pada generasi berikutnya ada Imam Asy-Syafi`i, juga ahli Madinah dan Kufah.

Yang sedikit berbeda pendapatnya hanyalah Imam Malik dan Imam Ahmad bin Hanbal, dimana mereka berdua tidak melarang hanya memkaruhkan menikahi wanita kitabiyah selama ada wanita muslimah.

Pendapat yang mengatakan bahwa nasrani itu musyrik adalah pendapat Ibnu Umar. Beliau mengatakan bahwa nasrani itu musyrik. Selain itu ada Ibnu Hazm yang mengatakan bahwa tidak ada yang lebih musyrik dari orang yang mengatakan bahwa tuhannya adalah Isa. Sehingga menurut mereka menikahi wanita ahli kitab itu haram hukumnya karena mereka adalah musyrik.

Namun jumhur Ulama tetap mengatakan bahwa wanita kitabiyah itu boleh dinikahi, meski ada perbedaan dalam tingkat kebolehannya. Namun demikian, wanita muslimah yang komitmen dan bersungguh-sungguh dengan agamanya tentu lebih utama dan lebih layak bagi seorang muslim dibanding wanita ahlul kitab. Juga apabila ia khawatir terhadap akidah anak-anak yang lahir nanti, serta apabila jumlah pria muslim sedikit sementarawanita muslimah banyak, maka dalam kondisi demikian ada yang berpendapat haram hukumnyapria muslim menikah dengan wanita non muslim.

Secara ringkas hukum nikah beda agama bisa kita bagi menjadi demikian :
1. Suami Islam, istri ahli kitab = boleh
2. Suami Islam, istri kafir bukan ahli kitab = haram
3. Suami ahli kitab, istri Islam = haram
4. Suami kafir bukan ahli kitab, istri Islam = haram

Dibolehkannya laki-laki muslim menikah dengan wanita ahlul kitab namun tidak sebaliknya karena laki-laki adalah pemimpin rumah tangga, berkuasa atas isterinya, dan bertanggung jawab terhadap dirinya. Islam menjamin kebebasan aqidah bagi isterinya, serta mlindungi hak-hak dan kehormatannnya dengan syariat dan bimbingannya. Akan tetapi, agama lain seperti nasrani dan yahudi tidak pernah memberikan jaminan kepada isteri yang berlainan agama.

Sumber

Artikel tersebut dilihat dari sudut pandang agama Islam. Bagaimana dengan sudut pandang dari agama lain selain Islam? Oke kita simak tulisan dibawah ini.

-Agama Kristen-
Dalam agama Kristen (Protestan) perkawinan beda agama tidak dapat dilakukan. Alasan apapun yang mendasarinya, dalam agama ini perkawinan beda agama dilarang. (I Korintus 6 : 14-18).
-Agama Katolik-
Bagi agama Katholik, pada prinsipnya perkawinan beda agama katolik tidaklah dapat dilakukan, Hal ini dikarenakan karena agama Katholik memandang perkawinan sebagai sakramen. Namun kemudian pada tiap gereja katolik pasti ada proses dispensasi yang memungkinkan terjadinya perkawinan beda agama.
-Agama Buddha-
Dalam agama Buddha sebenarnya perkawinan beda agama tidaklah terlalu bermasalah. Hanya saja, memang disarankan untuk satu agama. Hal ini disebabkan pertimbangan kehidupan nantinya dalam perkawinan itu sendiri.
-Agama Hindu-
Dalam agama Hindu tidak dikenal adanya perkawinan beda agama. Hal ini terjadi karena sebelum perkawinan harus dilakukan terlebih dahulu upacara keagamaan. Apabila salah seorang calon mempelai tidak beragama Hindu, maka dia diwajibkan sebagai penganut agama Hindu, karena kalau calon mempelai yang bukan Hindu tidak disucikan terlebih dahulu dan kemudian dilaksanakan perkawinan (Ketentuan Seloka V89 kitab Manawadharmasastra).

Dari rangkuman artikel diatas, jelas bahwa hampir semua agama yang ada di Indonesia melarang adanya pernikahan beda agama.

Yups, semua berawal dari obrolan santai sehingga aku memutuskan untuk merangkum artikel dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat buat kita semua. Salam damai selalu. Wassalam…

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • TwitThis
  • E-mail this story to a friend!
  • Google
  • Print this article!
Apr
25

maaf-1

Siang ini seperti biasa aku berselancar di forum yang katanya terbesar di Indonesia, sebut saja Kaskus.us. Satu hal yang tidak biasa kulakukan adalah mengunjungi room inspirasi, entah kanapa siang ini aku sangat membutuhkan sekali motivasi atau hanya sekedar kata-kata yang dapat membuatku kembali bergairah dalam menjalani hidup ini.

Kutemukan kalimat “Hanya orang Gila yang mengharapkan Hasil yang berbeda dari percobaan yang sama”, wow benar sekali apa yang tertulis dalam kalimat tersebut. Jika kita melakukan hal yang itu-itu saja, maka hasil yang di dapat pun akan itu-itu saja. Huuuh…aku berfikir tentang apa yang tertulis didalam kalimat tersebut, dalam hati berkata “hal bermanfaat apa yang telah kulakukan sampai saat ini? setiap hari hanya itu-itu saja yang kulakukan”. Huuuh kembali aku mengelus dada ini dan mengucap “Astagfirullah”.

Tapi bukan itu inti dari apa yang ingin aku tulis disini. Selang beberapa menit setelah aku menemukan kalimat “Hanya orang Gila yang mengharapkan Hasil yang berbeda dari percobaan yang sama”, aku kembali menemukan hal yang membuatku terdiam, merenungi kesalahan yang telah kuperbuat terhadap orang yang sangat berjasa terhadapku. Yups, tulisan tentang Ayah yang telah mambuatku mungkin tak dapat berkata-kata untuk sejenak. Terlihat lebay memang, tapi inilah kenyataannya.

Tulisan itu berjudul “Hal yang Tidak Bisa Diucapkan Ayah Kepada Anaknya ( sedih gan , tolong dibaca )“. Cerita lengkap tulisan tersebut ada di bawah ini.

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.. akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Papa? Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil.. Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…

Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”

Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : “Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.

Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja…. Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.

Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu… Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama….

Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu? Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’)

Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…dan setelah perasaan khawatir itu berlarut- larut… ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang? “Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…

Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa…. dan kamu harus pergi kuliah dikota lain… Papa harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?

Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .

Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.

Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.

Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.

Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!”

Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.

Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.

Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.

Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..

Karena Papa tahu…..

Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya…. Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia….

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa…. Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik…. Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik…. Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih…. Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….

Papa telah menyelesaikan tugasnya….

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita… Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat… Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal..

Tulisan ini aku dedikasikan kepada teman-teman wanita ku yang cantik, yang kini sudah berubah menjadi wanita dewasa serta ANGGUN, dan juga untuk teman-teman pria ku yang sudah ataupun akan menjadi ayah yang HEBAT !

Yup, banyak hal yang mungkin tidak bisa dikatakan Ayah / Bapak / Romo / Papa / Papi kita… tapi setidaknya kini kita mengerti apa yang tersembunyi dibalik hatinya.

Begitulah isi tulisannya. Woow…amazing! Tumpah semua rasa bersalah ini terhadap Ayah eh Papah biasa kupanggil begitu. Apa yang telah kulakukan selama hidupku, lebih banyak menyakitinya daripada membuatnya bahagia. Astagfirullah, hanya itu kata yang keluar dari mulutku sembari mengelus kembali dada ini. Entah kenapa setiap kali mengalami suatu masalah, dada ini merasakan getaran seolah menginginkan untuk di elus.

Maafkan anakmu ini, semoga setelah aku menulis ini, semua akan menjadi lebih baik lagi, lagi, dan lagi. Amiin

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • TwitThis
  • E-mail this story to a friend!
  • Google
  • Print this article!
Apr
17

Oleh : Bagus Arief Rakhman

Bandung, 17 April 2011 / 07.12

Apa yang kau lakukan di kesunyian itu kawan?

Tak nampak lagi keceriaan dari wajahmu

Apakah gelap yang membuatmu tenang?

Apakah keheningan yang membuatmu nyaman?

Kami tahu, didalam dirimu itu tersimpan rasa sakit yang teramat dalam

Sakit yang tidak ingin kau perlihatkan kepada kami

Yang pada akhirnya sakitmu itulah yang mempertemukanmu dengan sang bunda disana.

Semoga kau tenang disana kawan,

Do’a Kami menyertai kepergianmu.

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • TwitThis
  • E-mail this story to a friend!
  • Google
  • Print this article!